Fungsi Silicone Sealant – Silicone sealant merupakan salah satu bahan perekat dan penutup celah yang sangat penting dalam dunia konstruksi, renovasi, hingga perawatan rumah tangga. Meski sering dianggap sebagai pelengkap, peran silicone sealant sebenarnya sangat krusial dalam menjaga kekuatan, kerapian, dan ketahanan suatu bangunan atau perabot. Tanpa penggunaan sealant yang tepat, celah kecil bisa berkembang menjadi masalah besar seperti kebocoran air, jamur, hingga kerusakan struktural.
Seiring meningkatnya kebutuhan akan material yang fleksibel dan tahan lama, silicone sealant semakin banyak digunakan karena memiliki sifat elastis, tahan air, dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi cuaca. Dibandingkan perekat biasa, silicone sealant mampu menutup celah sekaligus mengikuti pergerakan material tanpa mudah retak. Inilah alasan mengapa produk ini sering disandingkan dengan berbagai jenis lem, termasuk lem Dextone, untuk memenuhi kebutuhan perekat dan perbaikan yang lebih spesifik.
Apa Itu Silicone Sealant?
Silicone sealant adalah bahan berbasis silikon yang digunakan untuk menutup, mengisi, dan melindungi celah atau sambungan antar material. Berbeda dengan lem biasa yang fokus pada daya rekat permanen, silicone sealant dirancang untuk tetap elastis setelah mengering. Elastisitas inilah yang membuatnya ideal digunakan pada area yang sering mengalami perubahan suhu, getaran, atau pergerakan.
Sealant ini umumnya tersedia dalam bentuk pasta kental dan diaplikasikan menggunakan alat khusus seperti caulking gun. Setelah diaplikasikan, silicone sealant akan mengering dan membentuk lapisan karet yang fleksibel namun kuat.
Fungsi Silicone Sealant dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Menutup Celah dan Retakan
Fungsi utama silicone sealant adalah menutup celah kecil maupun besar pada sambungan material. Celah ini bisa muncul di antara keramik, kaca, aluminium, atau beton. Jika dibiarkan terbuka, celah tersebut dapat menjadi jalur masuk air, debu, dan serangga. Dengan silicone sealant, celah dapat tertutup rapat dan tampak lebih rapi.
2. Mencegah Kebocoran Air
Silicone sealant sangat efektif sebagai pelindung terhadap air. Oleh karena itu, produk ini sering digunakan di area kamar mandi, dapur, wastafel, dan jendela. Lapisan sealant yang tahan air mampu mencegah rembesan air yang dapat menyebabkan jamur dan kerusakan material di sekitarnya.
3. Menjaga Fleksibilitas Sambungan
Berbeda dengan lem keras, silicone sealant tetap lentur meskipun sudah kering. Hal ini sangat penting pada sambungan yang sering mengalami pergerakan, seperti kusen pintu dan jendela. Fleksibilitas ini membuat sealant tidak mudah retak atau terkelupas meskipun material di sekitarnya memuai atau menyusut.
Fungsi Silicone Sealant dalam Konstruksi dan Renovasi
Dalam dunia konstruksi, silicone sealant memiliki peran penting sebagai pelindung dan penyempurna hasil akhir. Sealant digunakan untuk menyegel sambungan kaca gedung, panel aluminium, hingga atap. Tanpa sealant, bangunan akan lebih rentan terhadap kebocoran dan penurunan kualitas dalam jangka panjang.
Pada proses renovasi rumah, silicone sealant juga sering digunakan bersamaan dengan perekat kuat seperti lem Dextone. Kombinasi ini membantu memperbaiki kerusakan kecil hingga besar secara lebih efektif, terutama pada area yang membutuhkan daya rekat sekaligus fleksibilitas.
Fungsi Silicone Sealant untuk Peralatan Rumah Tangga
Tidak hanya untuk bangunan, silicone sealant juga bermanfaat dalam perawatan peralatan rumah tangga. Contohnya, sealant digunakan untuk menutup celah pada akuarium, melindungi sambungan kompor tanam, hingga memperbaiki kebocoran kecil pada pipa.
Pada kondisi tertentu, silicone sealant bisa digunakan sebagai pelengkap lem. Jika lem Dextone berfungsi untuk merekatkan dua permukaan dengan kuat, maka silicone sealant berfungsi sebagai pelindung tambahan yang menjaga sambungan tetap rapat dan tahan lama.
Perbedaan Silicone Sealant dan Lem Biasa
Meski sama-sama digunakan dalam proses perbaikan, fungsi silicone sealant berbeda dengan lem. Lem fokus pada menyatukan dua benda secara permanen, sedangkan silicone sealant lebih berfungsi sebagai penutup dan pelindung. Namun, keduanya sering digunakan bersamaan untuk hasil maksimal.
Sebagai contoh, lem Dextone digunakan untuk merekatkan material yang membutuhkan kekuatan tinggi, sementara silicone sealant diaplikasikan di bagian luar sambungan untuk melindungi dari air dan debu.
Baca Juga: Perbedaan Silicone Sealant dan Epoxy, Ketahui Selengkapnya!
Tips Menggunakan Silicone Sealant agar Hasil Maksimal
Agar fungsi silicone sealant bekerja optimal, pastikan permukaan yang akan diaplikasikan bersih dan kering. Hindari penggunaan pada permukaan yang berminyak atau berdebu. Aplikasikan sealant secara merata dan haluskan sebelum mengering agar hasil terlihat rapi.
Gunakan sealant sesuai kebutuhan area. Untuk area basah, pilih silicone sealant yang memiliki ketahanan air dan jamur. Jika dikombinasikan dengan lem Dextone, pastikan lem sudah benar-benar kering sebelum sealant diaplikasikan.
Kesimpulan
Silicone sealant memiliki fungsi yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari konstruksi hingga perawatan rumah tangga. Kemampuannya menutup celah, mencegah kebocoran, dan tetap fleksibel menjadikannya solusi ideal untuk menjaga ketahanan dan kerapian suatu sambungan. Dibandingkan bahan lain, silicone sealant menawarkan perlindungan jangka panjang yang efektif dan praktis.
Penggunaan silicone sealant akan semakin optimal jika dipadukan dengan perekat yang tepat, seperti lem Dextone, sesuai kebutuhan aplikasinya. Dengan memahami fungsi dan cara penggunaan silicone sealant yang benar, Anda dapat menghindari berbagai masalah di kemudian hari dan memastikan hasil perbaikan yang lebih awet dan profesional.
Jika Anda kebingungan mencari lem untuk berbagai kegunaan, Anda bisa menggunakan lem Dextone. Lem Dextone memiliki beragam jenis lem yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Apapun benda atau permasalahan seperti kerusakan, kebocoran dan yang lainnya.

