Jenis Slime Yang Perlu Diketahui, Simak Disini!

Jenis Slime – Slime telah berkembang menjadi lebih dari sekadar mainan anak-anak. Dalam beberapa tahun terakhir, slime menjadi media kreativitas, sarana relaksasi, hingga bahan konten populer di media sosial. Teksturnya yang unik, elastis, dan bisa dibentuk sesuai keinginan membuat slime digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tidak hanya satu jenis, slime hadir dalam banyak variasi dengan karakteristik yang berbeda-beda, sehingga memberikan pengalaman bermain yang beragam.

Bagi pemula, mengenal jenis slime sangat penting sebelum mencoba membuat atau membeli slime. Setiap jenis slime memiliki bahan dasar, tekstur, dan tingkat kesulitan yang berbeda. Pemilihan bahan juga menjadi faktor utama, terutama soal keamanan dan kenyamanan saat digunakan. Lem menjadi bahan inti dalam pembuatan slime, termasuk lem PVA dan beberapa jenis lem serbaguna seperti lem Dextone yang sering digunakan dalam eksperimen DIY. Oleh karena itu, memahami jenis slime sekaligus bahan yang cocok akan membantu menghasilkan slime yang aman, menarik, dan sesuai kebutuhan.


Slime Original (Basic Slime)

Slime original adalah jenis slime paling dasar dan paling mudah dibuat. Teksturnya kenyal, elastis, dan tidak terlalu lembek. Jenis slime ini biasanya dibuat dari lem PVA, air, dan activator seperti cairan lensa atau borax. Slime original sangat cocok untuk pemula karena mudah dikontrol dan tidak memerlukan banyak bahan tambahan.

Dalam praktiknya, beberapa orang mencoba menambahkan sedikit lem Dextone untuk meningkatkan elastisitas atau kekuatan tekstur. Namun, penggunaannya harus sangat terbatas dan tidak dianjurkan untuk anak kecil, karena lem ini bukan lem khusus mainan.


Fluffy Slime

Fluffy slime memiliki tekstur lembut, ringan, dan mengembang seperti busa. Slime ini dibuat dengan tambahan shaving foam atau sabun busa ke dalam adonan slime dasar. Sensasi saat disentuh terasa empuk dan ringan, sehingga sangat disukai anak-anak.

Fluffy slime membutuhkan keseimbangan bahan yang tepat. Terlalu banyak busa akan membuat slime mudah kempes. Lem yang digunakan sebaiknya lem PVA berkualitas, sementara lem Dextone hanya digunakan jika ingin mencoba eksperimen tekstur dan dilakukan dengan pengawasan orang dewasa.


Butter Slime

Butter slime terkenal dengan teksturnya yang lembut dan mudah diratakan seperti mentega. Slime ini sering digunakan untuk kepuasan visual karena mudah dibentuk dan diratakan. Biasanya, butter slime dibuat dengan menambahkan clay ringan ke dalam slime dasar.

Jenis slime ini tidak memerlukan daya rekat yang terlalu kuat, sehingga penggunaan lem yang tepat sangat penting. Lem yang terlalu kuat justru dapat membuat butter slime menjadi keras. Oleh sebab itu, penggunaan lem Dextone pada butter slime harus sangat minimal dan tidak disarankan sebagai bahan utama.


Clear Slime

Clear slime memiliki tampilan bening dan transparan seperti kaca. Keindahannya terletak pada kejernihan dan kilau yang muncul setelah slime didiamkan beberapa hari untuk menghilangkan gelembung udara. Clear slime sering dikombinasikan dengan glitter, manik-manik, atau hiasan kecil lainnya.

Untuk mendapatkan clear slime yang bagus, dibutuhkan lem yang benar-benar bening dan tidak mudah menguning. Beberapa orang mencoba berbagai jenis lem, termasuk lem Dextone, namun hasilnya sangat tergantung pada formula dan kualitas lem yang digunakan.


Crunchy Slime

Crunchy slime memberikan sensasi suara yang khas saat diremas. Efek “crunch” berasal dari tambahan bahan seperti foam beads, pasir sintetis, atau plastik kecil. Slime ini populer karena memberikan pengalaman sensorik yang unik.

Tekstur dasar crunchy slime biasanya cukup kuat agar mampu menahan tambahan material. Karena itu, ada yang bereksperimen menggunakan lem Dextone untuk meningkatkan kekuatan struktur slime. Meski begitu, slime jenis ini lebih cocok untuk remaja atau orang dewasa dibandingkan anak kecil.


Cloud Slime

Cloud slime memiliki tekstur ringan, lembut, dan bisa “mengalir” seperti awan. Slime ini dibuat dengan menambahkan instant snow ke dalam slime dasar. Sensasinya sangat halus dan tidak terlalu lengket.

Jenis slime ini membutuhkan lem yang fleksibel dan mudah menyatu dengan bahan tambahan. Jika menggunakan lem yang terlalu kuat, cloud slime akan kehilangan tekstur khasnya. Oleh karena itu, penggunaan lem Dextone pada cloud slime perlu dilakukan dengan sangat hati-hati.


Jelly Slime

Jelly slime memiliki tekstur transparan dan sedikit berair, mirip agar-agar. Slime ini terlihat unik dan sering digunakan sebagai variasi dari clear slime. Jelly slime biasanya menggunakan pewarna bening agar tampilannya tetap menarik.

Kunci dari jelly slime adalah keseimbangan antara elastisitas dan kelembutan. Lem yang terlalu keras akan membuat slime menjadi kaku. Karena itu, lem PVA lebih sering digunakan, sementara lem Dextone hanya cocok untuk eksperimen terbatas.

 

 

 

 

 

Baca Juga: Tips Agar Slime Berhasil Jangan Sampai Salah Langkah!

 

 

 

 


Tips Memilih Jenis Slime yang Tepat

Memilih jenis slime sebaiknya disesuaikan dengan usia pengguna dan tujuan pembuatan. Untuk anak-anak, slime dengan tekstur lembut seperti fluffy slime atau butter slime lebih aman dan nyaman. Untuk kebutuhan konten atau koleksi, clear slime dan crunchy slime bisa menjadi pilihan menarik.

Selain jenisnya, perhatikan juga bahan lem yang digunakan. Tidak semua lem cocok untuk semua jenis slime. Pastikan lem masih dalam kondisi baik, tidak kadaluwarsa, dan tidak menimbulkan bau menyengat. Jika ingin mencoba lem Dextone, gunakan dengan bijak dan jangan menjadikannya bahan utama untuk slime anak.


Kesimpulan

Jenis slime yang beragam memberikan kebebasan bagi siapa saja untuk memilih sesuai selera dan kebutuhan. Mulai dari slime original yang sederhana hingga cloud slime yang lembut, setiap jenis memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri dalam pembuatannya. Dengan memahami perbedaan jenis slime, Anda bisa menentukan bahan, teknik, dan tingkat kesulitan yang paling sesuai.

Namun, hal terpenting dalam membuat slime adalah keamanan. Pemilihan lem harus dilakukan dengan cermat, terutama jika slime digunakan oleh anak-anak. Lem Dextone dapat dimanfaatkan dalam eksperimen tertentu, tetapi penggunaannya harus dibatasi dan diawasi. Dengan pemahaman yang tepat, membuat slime tidak hanya menjadi aktivitas menyenangkan, tetapi juga aman dan edukatif.

 

Jika Anda kebingungan mencari lem untuk berbagai kegunaan, Anda bisa menggunakan lem Dextone. Lem Dextone memiliki beragam jenis lem yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Apapun benda atau permasalahan seperti kerusakan, kebocoran dan yang lainnya.

Lem Kuning