Silicone Sealent Adalah, Ketahui Pengertian dan Lainnya!

Silicone Sealant Adalah – Dalam dunia konstruksi, renovasi rumah, hingga kebutuhan perbaikan kecil sehari-hari, bahan perekat memiliki peran yang sangat penting. Di antara sekian banyak jenis bahan perekat, silicone sealant menjadi salah satu yang paling sering digunakan karena sifatnya yang fleksibel, elastis, dan tahan terhadap perubahan cuaca. Banyak orang mendengar istilah ini ketika memasang kaca, memperbaiki sela-sela wastafel, atau menutup celah di kamar mandi, tetapi belum tentu memahami apa sebenarnya silicone sealant itu dan apa saja fungsi utamanya.

Silicone sealant adalah bahan perekat berbahan dasar silikon yang memiliki sifat elastis, kedap air, dan tahan panas sehingga cocok untuk berbagai kebutuhan interior maupun eksterior. Penggunaannya sangat umum dalam proyek bangunan, industri otomotif, hingga keperluan rumah tangga sederhana. Ketika diaplikasikan, bahan ini akan membentuk lapisan yang mampu menutup celah dan mencegah kebocoran. Seiring perkembangan zaman, silicone sealant terus mengalami inovasi sehingga kualitasnya semakin baik dan mudah digunakan oleh pemula sekalipun.


Apa Itu Silicone Sealant dan Kegunaannya?

Secara sederhana, silicone sealant adalah bahan perekat yang digunakan untuk menutup sambungan atau retakan agar kedap air, kedap udara, dan tahan terhadap suhu. Perekat ini tidak mengeras seperti lem pada umumnya, melainkan tetap elastis setelah mengering. Karena sifat inilah silicone sealant menjadi pilihan favorit untuk area lembap seperti kamar mandi, dapur, wastafel, dan area outdoor.

Beberapa fungsi utama silicone sealant di antaranya:

  • Menutup sela antara kusen jendela dan tembok

  • Merekatkan kaca dan keramik

  • Mencegah air merembes pada permukaan wastafel dan bak mandi

  • Mengisi celah pada keretakan kecil bangunan

  • Memperbaiki seal atau sambungan pada alat rumah tangga tertentu

  • Digunakan pada beberapa komponen otomotif dan elektronik

Jika dibandingkan dengan lem konvensional seperti lem Dextone, silicone sealant memberikan hasil yang lebih fleksibel dan cocok digunakan pada material berbeda seperti kaca, aluminium, logam, dan keramik. Namun, pada beberapa kebutuhan seperti pengerjaan DIY dan kerajinan, lem Dextone tetap menjadi pilihan karena memiliki daya rekat kuat dan cepat kering pada material tertentu.


Jenis-Jenis Silicone Sealant dan Perbedaannya

Walaupun terlihat sama, silicone sealant memiliki beberapa jenis berdasarkan kegunaannya. Pemilihan yang tepat akan menentukan hasil akhir perbaikan atau pemasangan.

  1. Silicone Sealant Serbaguna
    Cocok digunakan untuk kebutuhan perbaikan ringan di rumah. Biasanya digunakan pada permukaan kaca, plastik, dan keramik. Jenis ini sering dijual di pasaran dan mudah ditemukan.

  2. Silicone Acetoxy (Bau Menyengat)
    Biasanya berbau asam saat diaplikasikan. Cocok untuk penggunaan di area kering seperti kusen atau sambungan kaca. Tidak disarankan untuk permukaan logam sensitif karena bisa menyebabkan korosi.

  3. Silicone Neutral
    Tidak berbau menyengat dan aman digunakan pada banyak jenis material termasuk logam. Biasanya digunakan untuk area profesional seperti pemasangan kaca bangunan, akuarium, dan furnitur.

  4. Silicone untuk Sanitasi
    Mengandung zat antijamur, cocok untuk area lembap seperti kamar mandi, wastafel, dan dapur. Tidak mudah berjamur atau menghitam.

  5. Silicone High-Temperature
    Digunakan pada mesin, knalpot, atau ruang dengan suhu tinggi. Biasanya berwarna merah dan dapat menahan suhu ekstrem.

Memahami jenis silicone sealant sangat penting, sama halnya seperti saat memilih lem Dextone untuk kebutuhan kerajinan atau konstruksi kecil. Masing-masing perekat memiliki karakteristik berbeda sehingga penggunaannya harus tepat.


Cara Menggunakan Silicone Sealant yang Benar

Mengaplikasikan silicone sealant sebenarnya cukup mudah, bahkan untuk pemula. Berikut langkah-langkah dasar yang dapat diterapkan di rumah:

  1. Pastikan permukaan bersih, kering, dan bebas dari debu atau minyak.

  2. Potong ujung tube sealant sesuai ukuran celah yang ingin ditutup.

  3. Pasang tube pada alat caulking gun atau tekan manual jika kemasan kecil.

  4. Aplikasikan secara perlahan dengan tekanan stabil.

  5. Ratakan permukaan silicone menggunakan plastik kecil atau jari yang dibasahi sabun agar tidak lengket.

  6. Biarkan mengering sesuai waktu yang tertera pada kemasan, biasanya 2–6 jam.

Jika dibandingkan dengan penggunaan lem Dextone, proses finishing silicone sealant memerlukan teknik perataan agar hasil rapi. Lem Dextone lebih sederhana digunakan karena tinggal ditempel dan dibiarkan mengering tanpa proses penghalusan permukaan.

 

 

 

 

 

Baca Juga: Silicone Sealant untuk, Ketahui dan Simak Disini!


Kelebihan dan Kekurangan Silicone Sealant

Seperti produk lainnya, silicone sealant memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diketahui sebelum digunakan.

Kelebihan:

  • Elastis dan fleksibel

  • Tahan air dan cuaca panas

  • Dapat digunakan di area lembap

  • Cocok untuk berbagai material

Kekurangan:

  • Sulit dicat setelah mengering

  • Tidak cocok untuk merekatkan benda berat seperti kayu konstruksi

  • Aroma menyengat pada jenis acetoxy bisa mengganggu

Keunggulan inilah yang membuat silicone sealant berbeda dari lem konstruksi seperti lem Dextone yang lebih cocok untuk ikatan permanen, bukan sekadar menutup celah dan memberikan fleksibilitas.


Kesimpulan

Silicone sealant adalah salah satu bahan perekat yang sangat bermanfaat dan memiliki fungsi luas dalam kehidupan sehari-hari. Bahan ini tidak hanya membantu menutup celah, tetapi juga memberikan perlindungan jangka panjang dari kebocoran, rembesan air, hingga kerusakan akibat suhu. Dengan pemilihan tipe yang tepat, silicone sealant bisa menjadi solusi efektif dalam banyak proyek, baik itu perbaikan ringan maupun pemasangan komponen bangunan.

Di sisi lain, pengguna juga perlu memahami batasan dari produk ini. Tidak semua kebutuhan perekat dapat diselesaikan dengan silicone sealant, terutama untuk sambungan yang membutuhkan daya rekat tinggi atau pengerjaan kerajinan. Di sinilah produk seperti lem Dextone tetap relevan untuk kebutuhan perekat konstruksi ringan, kerajinan DIY, dan peralatan rumah tangga. Pemahaman akan perbedaan fungsi antara silicone sealant dan lem Dextone menjadi kunci agar hasil kerja lebih optimal dan sesuai tujuan.

Dengan mengetahui apa itu silicone sealant, jenis-jenisnya, hingga cara aplikasinya yang benar, Anda kini dapat menentukan kapan harus menggunakan silicone sealant dan kapan harus mengganti pilihan dengan lem Dextone. Semoga artikel ini membantu Anda membuat keputusan yang tepat dalam memilih bahan perekat sesuai kebutuhan.

 

 

 

Jika Anda kebingungan mencari lem untuk berbagai kegunaan, Anda bisa menggunakan lem Dextone. Lem Dextone memiliki beragam jenis lem yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Apapun benda atau permasalahan seperti kerusakan, kebocoran dan yang lainnya.

Lem Kuning